Jamie hari ini akan mengikuti sidang pertahanan skripsinya, ia tampak sangat gugup walaupun semua bahan dan materi presentasi sudah lengkap ia siapkan. Sejak semalam ia tidak bisa tidur, selain karena mempersiapkan materi presentasi, ia juga terus membaca ulang semua bahan yang sebenarnya telah sangat ia kuasai..
Gilirannya memasuki ruang sidang, ia terlihat tegang walaupun teta berusaha tersenyum, namun hal itu tidak menghapus ketegangan dari wajahnya, hingga ketika pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan para penguji kepadanya, ia menjawabnya dengan terbata” bahkan kadang hanya terpaku diam membisu.. sampai seorang penguji dengan nada serius mengajukan pertanyaan mengenai sebuah film action yang sedang beredar di bioskop saat ini, Jamie tersentak kaget dan heran namun mampu menjawabnya.. kontan saja semua yang hadir saat itu tertawa lepas..
Setelah Jamie tertawa, ia kelihatan lebih rileks, ia mampu menjawab setiap pertanyaan dengan baik, dan lulus dengan nilai memuaskan. Ternyata dosen penguji tadi sengaja melontarkan pertanyaan tersebut untuk mencairkan suasana sehingga Jamie yang lebih rileks setelah tertawa tidak lagi tegang dan mampu menjawab pertanyaan” dengan baik.
Menyembuhkan penyakit
Nah, apa hubungannya tertawa dengan sidang dan stress yang sedang dihadapi Jami dalam sidang tadi? Sering kali kita mendengar tertawa itu membuat kita menjadi sehat. Sebagai contoh adalah Jamie yang setelah tertawa menjadi lebih rileks dan berhasil menempuh ujian pertahanan skripsinya.
Menurut dr. W.M. Roan, seorang psikiater senior tertwa adalah suatu bentuk pengekspresian emosi seperti juga halnya menangis. Manfaat tertawa dan pengaruhnya terhadap tubuh kita sangat besar, bahkan ada suatu peristiwa unik yang menggegerkan dunia kedokteran, Norman Causins seorang redaktur Saturday Review di AS menderita penyakit yang sangat langka, penderita penyakit ini akan merasa sangat kesakitan dan tersiksa apa bila tubuhnya bergerak walau sedikit, dokter memvonis bahwa kesembuhan bagi dia sangat kecil yaitu 1 : 500, ia telah mengkonsumsi banyak sekali obat, namun kesehatannya tidak juga membaik, suatu ketika Norman terinspirasi oleh sebuah tulisan yang pernah ditulis oleh seorang raja yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu, yaitu "Hati yang puas ialah obat yang sangat ampuh".
Setelah meminta persetujuan dari dokternya,Atas persetujuan dokternya, Dr. William Hitzig, dia menggantikan semua obat yang diminumnya dengan banyak tertawa plus mengkonsumsi vitamin C. Berbagai film komedi ditontonnya, sehingga ia bisa tertawa terbahak”. Pada hari kedelapan setelah menjalani terapi tersebut ia sudah bisa menggerakkan jempolnya tanpa rasa sakit, selain itu tertawa selama 10 menit bisa membuatnya tidur pulas selama 2 jam. Akhirnya, penyakitnya sembuh sedikit demi sedikit, kemudian hilang sama sekali. Pengalamam menakjubkan ini kemudian dibukukan dalam An Anatomy of Illness.
Sementara itu menurut Dr. Lee Berk, seorang imunolog dari Loma Linda University di Kalifornia, AS, tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu efinefrin dan kortisol, yang bisa mengalangi proses penyembuhan penyakit. Dalam riset lain Rosemary Cogan dari Texas Tech University menemukan bukti bahwa rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tertawa tidak saja bisa mengurangi rasa sakit tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh.
Untuk mencari bukti yang lebih kuat dan akurat mengenai dampak tertawa terhadap ketahanan tubuh dari penyakit atau rasa sakit, Dr. Cogan melakukan studi eksperimental terhadap dua kelompok mahasiswa. Kelompok pertama mendengarkan kaset lawak dan kelompok kedua mendengarkan kaset kuliah matematika, atau kelompok yang sama sekali tidak mendengarkan apa-apa. Terhadap para "kelinci percobaan" itu sebelum dan sesudahnya dilakukan uji kepekaan terhadap rasa rakit. Ternyata mereka yang mendengarkan kaset lawak memperlihatkan peningkatan kemampuan dalam menahan rasa sakit.
Tertawa adalah suatu kombinasi dari perasaan emosionalitas yang di dalam otak itu ada pusatnya, yaitu pusat emosi. Itu yang dinamakan sistem limbik, yaitu semacam sistem di dalam otak yang bentuknya itu seperti lingkaran. Oleh Papez, seorang ahli, sistem itu dinamakan lingkaran bergema. Papez menemukan hal ini karena kalau intinya rusak, maka orang ini akan menunjukkan suatu emosi yang tidak tepat, yang kacau. Artinya, secara tidak sengaja orang ini bisa gampang marah, tetapi gampang tertawa terbahak-bahak yang tidak lucu. Kalau ada sesuatu yang tidak lucu, ia tertawa. "Itu karena lingkarannya terputus dan lingkaran ini juga merupakan pusat emosi manusia. Kalau salah satu bagian dari lingkaran ini rusak, orang ini memorinya juga akan hancur, hilang. Itu juga yang terjadi pada orang pikun, salah satu bagian ini yang rusak.
Sementara itu Dr. William Foy dari Universitas Stanford mengemukakan bahwa tertawa terbahak-bahak amat bermanfaat bagi orang sehat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tertawa bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang joging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti kalau habis berolahraga. Selain itu tertawa juga akan melatih diafragma torak, jantung, paru-paru, perut, juga membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Di samping itu tertawa juga sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi.
Bagaimanakah sebenarnya dampak tertawa dalam penyembuhan suatu penyakit? Menurut Dr. William Frey, seorang pakar biokimia dan direktur Dry Eye and Tears Rsearch Center di Mineapolis, AS, tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endokrin sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Menurut hipotesisnya, tertawa akan menstilumasi otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelemasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh.
Penelitian Prod. Dr. Lucille Namehow, seorang pakar yang menangani peroses penuaan dari Connecticut, AS, menyodorkan fakta bahwa tertawa bisa membantu mereka yang sudah tua renta dan sepuh untuk tetap awet muda.
Karena dianggap memberikan dampak positif, maka di AS kini banyak dokter yang menerapkan terapi tertawa dalam proses penyembuhan para pasien mereka.
Nah.. jadi setelah kalian tahu manfaat dari ketawa yang bikin sehat.. kenapa juga ga rajin ketawa aja.. hahaha, yang jelas jangan ketawa ga’ jelas.. itu mah namanya gelo..
Ok guyz.. have fun n’ lol (laugh out loud) ! ! !